Senin, 13 Agustus 2012
ngerinya negeri kaya
di indonesia shalat, berjilbab (nutup aurat) "tidak wajib" mengalahkan wajibnya memakai helm waktu mengendarai motor atau sabuk pengaman waktu mengendarai mobil.# kan negara pancasila bukan negara islam nggak wajib lah. aneh kamu ini!!!!
okelah kalau gitu cek kebenarannya :D
tidak shalat apa dihukum?
tidak berjilbab apa dikum?
TIDAK kan negara pansila bukan islam lalu yang aneh mana yang dukung pancasila atau islam.hahaha #pikir dhewe wis gedhe kan??
tidak pake helm dihukum? tentu dong ah jan jan kan buat pemasukan negara :D
Senin, 16 Juli 2012
Memangnya kalo nggak pacaran, kenapa sih?
Memangnya kalo nggak pacaran, kenapa sih?
=============================
Penasaran saya.....
Wara wiri di jejaring sosial membuat saya jadi melihat ‘timbul tenggelamnya’ status anak muda jaman sekarang.
Status disini bukan postingan, tapi status yang berupa ‘in relationship
with, engaged with, married with,..” ato bahasa Indonesianya
“berpacaran dengan, bertunangan dengan, menikah dengan..”
apa
ya yang dibanggakan oleh orang yang di fb nya terpampang “berpacaran
dengan fulan/fulanah” (di luar kasus mereka yang sebenarnya sudah
menikah, tapi ingin lebih asyik sengaja memasangnya sebagai
‘berpacaran’).
Apakah bangga, apakah keren, apakah terlihat
lebih laku daripada mereka yang memasang status ‘lajang’, dengan usia
yang masih belasan ato dua puluhan? hmm.. apakah seperti itu
membanggakan?
Kalo saya justru menganggap itu bahan
olok2an saja. Bayangkan, kalau sebulan statusnya berubah-rubah,
lajang-berpacaran-lajang-berpa
caran dst.. dengan nama yang berbeda-beda pula. Beuh… kayak piala aja digilir…Dan seluruh dunia tau (minimal orang-orang di daftar friendlistnya), kalo si A sudah “BEKAS” nya si B, si C, si D,…
itu membanggakankah? .....hmm…….
Sungguh, besar sekali efek yang ditimbulkan media, infotainment, sinetron, film, majalah. Yang berkali-kali memblow up pasangan yang berpacaran, yang digambarkan enak-enak, ada yang memberi perhatian, menemani kemana-mana, ‘yank-yank’ an di wall, biar seluruh dunia tahu,, (haduh….gubyaakksss....)
Ini penyakit menurut saya. Bukan perkara pacaran yang ada batasannya ataukah masih nggak neko2, kalo pada yang pengen beralasan. Tapi ini masalah etika, moral dan kebiasaan.
Apa yang anda pikirkan tentang pacaran?
Berduaan. Boncengan. Gandengan. Cium-an. Pegang-pegangan. Peluk-pelukan. dan yang sampai pada batas maksimal adalah : mamah-papah an atau uacchh acchh-an...(lebih dari panggilan, tentunya.....)
astaghfirullah…...
Tidak heran kalau baru saja teman saya, seorang bidan memberi kesaksian langsung pada saya :
“Mbak, waktu saya ditugaskan praktek dengan seorang dokter (yang memang sudah buruk imejnya, melayani pasien aborsi), sehari bisa melayani pasien 5-6 orang.”
Bayangkan..! naudzubillah..
Ya Rabb… Dan apa yang mengawali itu semua kebanyakan ?
Ya, tepat sekali. Pacaran. dengan level naik seperti yang saya sampaikan tadi.
Menurut pengamatan saya (bukan sebagai pelaku, alhamdulillah, sebab saya menikah sebelum pernah merasakan pacaran yang haram), pacaran ada beberapa macam :
Jumat, 22 Juni 2012
PESAN DAKWAH KAMPUS
Katakanlah,
“Inilah jalanku, aku mengajak kalian kepada Allah dengan bashiroh, aku
dan pengikut-pengikutku – mahasuci Allah, dan aku bukan termasuk
orang-orang yang musyrik”.Jalan dakwah panjang terbentang jauh ke depan
Duri dan batu terjal selalu mengganjal, lurah dan bukit menghadang
Ujungnya bukan di usia, bukan pula di dunia
Tetapi Cahaya Maha Cahaya, Syurga dan Ridha Allah
Cinta adalah sumbernya, hati dan jiwa adalah rumahnya
Pergilah ke hati-hati manusia ajaklah ke jalan Rabbmu
Nikmati perjalannya, berdiskusilah dengan bahasa bijaksana
Dan jika seseorang mendapat hidayah karenamu
Itu lebih baik dari dunia dan segala isinya…
Duri dan batu terjal selalu mengganjal, lurah dan bukit menghadang
Ujungnya bukan di usia, bukan pula di dunia
Tetapi Cahaya Maha Cahaya, Syurga dan Ridha Allah
Cinta adalah sumbernya, hati dan jiwa adalah rumahnya
Pergilah ke hati-hati manusia ajaklah ke jalan Rabbmu
Nikmati perjalannya, berdiskusilah dengan bahasa bijaksana
Dan jika seseorang mendapat hidayah karenamu
Itu lebih baik dari dunia dan segala isinya…
Senin, 05 Maret 2012
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarrakatuh
Jika kukatakan ini seruan, rasanya suara ini terlalu lemah. Jika kukatakan ini dakwah, sepertinya kalian malas untuk mendengarnya, biar kusederhanakan saja, ini adalah sentuhan..
Sentuhan dari hatiku yang terdalam,
Sapaan dari hati kami, para ikhwan yang mengagumi keindahanmu..
Semoga Allah melembutkan hatimu.
Wahai calon calon bidadari penghuni syurga,
Wahai calon calon istri shaleha kebanggaan Islam..
Wahai kaum hawa yang didadanya telah tumbuh tunas tunas Iman..
Wahai muslimah yang hatinya telah membenarkan kebenaran Al-Islam..
Sungguh seruan ini adalah untukmu..
Kami tidak mengajak wanita wanita kafir pembangkang yang menolak cahaya Islam
Kami tidak menyeru penghuni biara biara kesesatan, atau wanita wanita malam metropolis!
Kami tidak menyeru kepada mereka yang hatinya telah mengeras menjadi batu, lalu Allah mengunci mati hatinya..
Seruan ini untukmu, yang masih mendengar..
Kami tidak menyeru kepada mereka yang biasa tertawa saat seruan berhijab datang..
Biarkan saja mereka begitu,
Hingga azab Allah mematahkan harapannya..
Semoga Hidayah Allah segera menyapanya..
Aku menyeru dengan kelembutan,
Hanya kepada hati hati yg lembut..
Mencoba merayu dari sudut yang kubisa,
Mengintip celah hidayah diantara hati hati yang resah,
Sebelum keresahan kalian itu megering...
Aku percaya hatimu lembut,
Selembut tutur bahasa, seteduh indah tatapan..
Aku tahu kalian sebenarnya iri..
Iyah, kalian begitu iri..
Kalian iri sangat iri saat melihat hamba Allah lain bersahaja dengan jilbabnya
Istiqamah dan di manja dengan kerudungnya..
Begitu mempesonakan mata dengan abaya-nya
Jujurlah bahwa kalian gelisah
Kami pun paham, betapa beratnya harga yang harus kalian tukar..
Memilih istiqamah saat semua berpaling..
Menjadi baik saat kebaikan itu menjadi bahan celaan.
Tapi, jangan berbohong..
Jangan katakan aku belum siap!
Atau juga jangan kalian katakan 'aku ingin mengerudungi hatiku dulu..'
Aku jemu dengan kata kata itu!
Kami bosan dengan kata kata itu!
Itu adalah kemunafikan bibirmu saudariku. .
Jika kami mencintaimu karena Allah,
Kamipun akan benci karena Allah..
Coba renungkan wahai keindahan..
Sebentar saja, bayangkan..
Bayangkan dirimu yang cantik itu sedang berdiri
Gemetar dibibir jurang neraka..
Apakah kalian mengira malaikat jabanniyyah akan tergoda,
Mengurungkan niatnya untuk melemparmu kesana..
Apakah kalian mengira selembar rambut kalian itu akan lepas dari jilatan api neraka yang menyala nyala..
Apakah kalian kira seindah leher yang kalian pertontonkan kepada kami itu akan kebal api neraka..
Apakah kalian kira sindah lengan yang selalu cocok dengan segala mode itu akan tahan panas neraka..
Apakah kalian kira betis indah kalian itu akan lepas dari jeratan panas api neraka...
Ataukah kalian telah lupa..
Bahwa malaikat malaikat Allah setiap saat menulis setiap dosa dosa yang terabaikan itu..
Saat kalian tak sadar aurat kalian tak sengaja kami lihat?
Lupakanlah, neraka itu..
Jika kalian bosan mendengarnya.
Lupakan saja, seperti orang orang kafir yang melupakannya..
Sesungguhnya kami sangat takut..
Apakah kalian tidak kasihan kepada kami?
Renungkanlah pertanyaan kami, apakah kalian telah benar benar ingin mengajak kami ke neraka seperti pekerjaan harian iblis iblis terlaknat itu?
Apakah kalian tidak sadar,..
Dengan mengumbar bagian bagian tubuh kalian itu..
Kalian telah membantu iblis mengikis habis iman kami, menggoyah goyahkan pilar pilar Iman kami, bahkan meruntuhkannya.
Apakah kalian benar benar tidak takut Neraka?
Subhanallah..
Aku takut mendengarnya,
Maafkan aku.
Maafkan sekali lagi,
Sungguh aku membenci dirimu, diriku dan semua orang yang bergelimang dalam kesalahan. Yang biasa mencibir saat kebenaran itu diperdengarkan..
Tidak ada hitam di hatiku,
Aduhai, aku hanya ingin menyentuh hatimu dan membisikan sekali lagi
Siksa neraka itu berat saudari ku..
Aku ingin kalian pahami, bahwa kami sangat lemah
Kami sangat teramat lemah..
Hati kami bisa gemetar saat kalian lewat didepan kami
Hati kami kadang gemetar hanya mendengar suara tawa kalian
Kadang berdebar hebat saat bayangan keindahan itu melintasi benak kami
Kami jujur, kami kadang membayangkannya berulang ulang..
Bahkan mengganggu sholat kami....
Apalagi saat bentuk tubuh kalian sengaja disuguhkan dengan berbagai tatanan.
Kami pasti tidak bisa berkata kata.
Senangkah mendengarnya?
Kalian pasti senang, mendengarnya..
Atau kalian sedang membisikan sesuatu?
Iyah kalian pasti ingin menyalahkan kami,
Kalian tidak salah, kalian adalah mahkota mahkota terindah di bumi ini
Kudengar kalian juga calon calon bidadari penghuni syurga
Bahkan kudengar bidadari syurgapun iri kepadamu..
Aku ingin kalian menjadi bidadari itu,
Tapi, ingatlah sekali lagi..
Jangan kotori bibirmu dengan kemunafikan
Kerudungi seraut wajahmu, sebelum engkau berniat mengerudungi hatimu..
Karena hatimu tidak akan menggoda kami yang lemah ini
Silahkan katakan dengan lantang jika kalian memang benar..
Hati kalian adalah urusan kalian..
Urusanmu dengan RABBmu
Katakanlah sesukamu
Katakan ku ingin jilbabi hatiku dulu..
Teruslah katakan begitu, jika kalian benar..
Hiasi dulu indah wajahmu dengan jilbab,
Semoga setelah auratmu terlindungi hidayah akan menemuimu
Disaat hatimu sudah terasa teduh.
Semoga kata kata pedas ini menyentuh hatimu,
Aku memohon maaf atas tetasan darah luka atau kebencian dari pena yang kugoreskan.,
Semoga tetesan itu kelak menjadi saksi di akhirat
BAHWA HARI INI ADALAH PERUBAHAN!
Ini harus kami katakan,
Karena kami merindukan kalian; wahai wanita wanita sholehah...
Kami merindukan kalian..
Jaga kehormatan dan kemuliaan kalian
Jangan jadikan anugerah kecantikan itu menjadi fitnah
Semoga Allah melembutkan hatimu,
Semoga ini tidak melukai hatimu wahai saudariku,
Jika ada darah yang menetas disudut hatimu yang syahdu,
Jangan salahkan kami, jangan salahkan tulisan ini..
Ini hanyalah sebuah sentuhan
Untuk menghangatkan hatimu, bukan untuk menamparmu...
Agar kalian tidak lupa
Bahwa waktu demi waktu..
Menit demi menit.. jam demi jam, hari demi hari dan.. tahun demi tahun..
Saat kalian lupa atas jilbab kalian, ada dua malaikat yang tidak akan pernah lupa mencatat dosa yang kalian tebarkan.
Ketahuilah,
Malaikat jabaniyyah itu tidaklah ramah.
Api neraka tidak akan basa basi
Jika saja hati kalian masih sakit,
Coba sekali lagi renungkan, bahwasanya air garam hanya terasa sakit di kulit yang terdapat luka.
Air garam hanya akan menyayat kulit yang berpenyakit, air garam tidak akan terasa sakit di kulit yang sehat
Jika hati kalian sakit, maka maafkanlah aku.
Jika hati kalian sakit, maka jujur harus kukatakan bahwa hati kalian sedang berpenyakit
Kalian memang sakit.
Ini hanya mengingatkan,
Tentang sebuah kewajiban seorang hamba terhadap perintah pemilik jagat raya ini..
Kuyakin dari kalian ada yang tersinggung,
Tapi ini lah yang harus kami katakan..
Inilah hukum Allah,
Sungguh, kewajiban itu bukan paksaan.
Tapi pengkondisian, agar dirimu menemui kenikmatan.
Ingatlah wahai saudari saudariku tercinta.
Bahwasannya jika Allah ta'ala menjadikan Islam itu Mudah,
Bukan berarti hal Wajib bisa menjadi Sunnah...
Jika Berjilbab itu wajib,.
Itu adalah sebuah ketetapan yang harus diterima.
Bagi siapa saja yang enggan, dosa tetap ditulis..
Hari demi hari..
Ku yakin tak akan ada hati yang menolak,
Meski kenyataan bibir akan menolak dengan seribu alasan..
"Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata"(Al Ahzab 35)
Tutup auratmu..
Sebelum kain kafan memaksamu untuk menutupinya..
Untuk kalian yang telah berjilbab,
Berbahagialah dengan keteduhannya,
Semoga keistiqamahan menyertaimu saudariku..
"Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar" (Al Ahzab 35)
yang ingin copas, jangan lupa cantumkan sumbernya yaa ^^,
semoga kita bisa mengambil hikmah dari semua kejadian ^^,
Wallahu a'lam
Kurang lebihnya Nisa minta maaf ^^,
yang benar datangnya dari Allah dan yang salah datang dari pribadi Nisa sndiri yang masih dhoif
Subhaanakalloohumma wa bihamdika, asyhadu allaa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.
Wassalamu'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh
Jika kukatakan ini seruan, rasanya suara ini terlalu lemah. Jika kukatakan ini dakwah, sepertinya kalian malas untuk mendengarnya, biar kusederhanakan saja, ini adalah sentuhan..
Sentuhan dari hatiku yang terdalam,
Sapaan dari hati kami, para ikhwan yang mengagumi keindahanmu..
Semoga Allah melembutkan hatimu.
Wahai calon calon bidadari penghuni syurga,
Wahai calon calon istri shaleha kebanggaan Islam..
Wahai kaum hawa yang didadanya telah tumbuh tunas tunas Iman..
Wahai muslimah yang hatinya telah membenarkan kebenaran Al-Islam..
Sungguh seruan ini adalah untukmu..
Kami tidak mengajak wanita wanita kafir pembangkang yang menolak cahaya Islam
Kami tidak menyeru penghuni biara biara kesesatan, atau wanita wanita malam metropolis!
Kami tidak menyeru kepada mereka yang hatinya telah mengeras menjadi batu, lalu Allah mengunci mati hatinya..
Seruan ini untukmu, yang masih mendengar..
Kami tidak menyeru kepada mereka yang biasa tertawa saat seruan berhijab datang..
Biarkan saja mereka begitu,
Hingga azab Allah mematahkan harapannya..
Semoga Hidayah Allah segera menyapanya..
Aku menyeru dengan kelembutan,
Hanya kepada hati hati yg lembut..
Mencoba merayu dari sudut yang kubisa,
Mengintip celah hidayah diantara hati hati yang resah,
Sebelum keresahan kalian itu megering...
Aku percaya hatimu lembut,
Selembut tutur bahasa, seteduh indah tatapan..
Aku tahu kalian sebenarnya iri..
Iyah, kalian begitu iri..
Kalian iri sangat iri saat melihat hamba Allah lain bersahaja dengan jilbabnya
Istiqamah dan di manja dengan kerudungnya..
Begitu mempesonakan mata dengan abaya-nya
Jujurlah bahwa kalian gelisah
Kami pun paham, betapa beratnya harga yang harus kalian tukar..
Memilih istiqamah saat semua berpaling..
Menjadi baik saat kebaikan itu menjadi bahan celaan.
Tapi, jangan berbohong..
Jangan katakan aku belum siap!
Atau juga jangan kalian katakan 'aku ingin mengerudungi hatiku dulu..'
Aku jemu dengan kata kata itu!
Kami bosan dengan kata kata itu!
Itu adalah kemunafikan bibirmu saudariku. .
Jika kami mencintaimu karena Allah,
Kamipun akan benci karena Allah..
Coba renungkan wahai keindahan..
Sebentar saja, bayangkan..
Bayangkan dirimu yang cantik itu sedang berdiri
Gemetar dibibir jurang neraka..
Apakah kalian mengira malaikat jabanniyyah akan tergoda,
Mengurungkan niatnya untuk melemparmu kesana..
Apakah kalian mengira selembar rambut kalian itu akan lepas dari jilatan api neraka yang menyala nyala..
Apakah kalian kira seindah leher yang kalian pertontonkan kepada kami itu akan kebal api neraka..
Apakah kalian kira sindah lengan yang selalu cocok dengan segala mode itu akan tahan panas neraka..
Apakah kalian kira betis indah kalian itu akan lepas dari jeratan panas api neraka...
Ataukah kalian telah lupa..
Bahwa malaikat malaikat Allah setiap saat menulis setiap dosa dosa yang terabaikan itu..
Saat kalian tak sadar aurat kalian tak sengaja kami lihat?
Lupakanlah, neraka itu..
Jika kalian bosan mendengarnya.
Lupakan saja, seperti orang orang kafir yang melupakannya..
Sesungguhnya kami sangat takut..
Apakah kalian tidak kasihan kepada kami?
Renungkanlah pertanyaan kami, apakah kalian telah benar benar ingin mengajak kami ke neraka seperti pekerjaan harian iblis iblis terlaknat itu?
Apakah kalian tidak sadar,..
Dengan mengumbar bagian bagian tubuh kalian itu..
Kalian telah membantu iblis mengikis habis iman kami, menggoyah goyahkan pilar pilar Iman kami, bahkan meruntuhkannya.
Apakah kalian benar benar tidak takut Neraka?
Subhanallah..
Aku takut mendengarnya,
Maafkan aku.
Maafkan sekali lagi,
Sungguh aku membenci dirimu, diriku dan semua orang yang bergelimang dalam kesalahan. Yang biasa mencibir saat kebenaran itu diperdengarkan..
Tidak ada hitam di hatiku,
Aduhai, aku hanya ingin menyentuh hatimu dan membisikan sekali lagi
Siksa neraka itu berat saudari ku..
Aku ingin kalian pahami, bahwa kami sangat lemah
Kami sangat teramat lemah..
Hati kami bisa gemetar saat kalian lewat didepan kami
Hati kami kadang gemetar hanya mendengar suara tawa kalian
Kadang berdebar hebat saat bayangan keindahan itu melintasi benak kami
Kami jujur, kami kadang membayangkannya berulang ulang..
Bahkan mengganggu sholat kami....
Apalagi saat bentuk tubuh kalian sengaja disuguhkan dengan berbagai tatanan.
Kami pasti tidak bisa berkata kata.
Senangkah mendengarnya?
Kalian pasti senang, mendengarnya..
Atau kalian sedang membisikan sesuatu?
Iyah kalian pasti ingin menyalahkan kami,
Kalian tidak salah, kalian adalah mahkota mahkota terindah di bumi ini
Kudengar kalian juga calon calon bidadari penghuni syurga
Bahkan kudengar bidadari syurgapun iri kepadamu..
Aku ingin kalian menjadi bidadari itu,
Tapi, ingatlah sekali lagi..
Jangan kotori bibirmu dengan kemunafikan
Kerudungi seraut wajahmu, sebelum engkau berniat mengerudungi hatimu..
Karena hatimu tidak akan menggoda kami yang lemah ini
Silahkan katakan dengan lantang jika kalian memang benar..
Hati kalian adalah urusan kalian..
Urusanmu dengan RABBmu
Katakanlah sesukamu
Katakan ku ingin jilbabi hatiku dulu..
Teruslah katakan begitu, jika kalian benar..
Hiasi dulu indah wajahmu dengan jilbab,
Semoga setelah auratmu terlindungi hidayah akan menemuimu
Disaat hatimu sudah terasa teduh.
Semoga kata kata pedas ini menyentuh hatimu,
Aku memohon maaf atas tetasan darah luka atau kebencian dari pena yang kugoreskan.,
Semoga tetesan itu kelak menjadi saksi di akhirat
BAHWA HARI INI ADALAH PERUBAHAN!
Ini harus kami katakan,
Karena kami merindukan kalian; wahai wanita wanita sholehah...
Kami merindukan kalian..
Jaga kehormatan dan kemuliaan kalian
Jangan jadikan anugerah kecantikan itu menjadi fitnah
Semoga Allah melembutkan hatimu,
Semoga ini tidak melukai hatimu wahai saudariku,
Jika ada darah yang menetas disudut hatimu yang syahdu,
Jangan salahkan kami, jangan salahkan tulisan ini..
Ini hanyalah sebuah sentuhan
Untuk menghangatkan hatimu, bukan untuk menamparmu...
Agar kalian tidak lupa
Bahwa waktu demi waktu..
Menit demi menit.. jam demi jam, hari demi hari dan.. tahun demi tahun..
Saat kalian lupa atas jilbab kalian, ada dua malaikat yang tidak akan pernah lupa mencatat dosa yang kalian tebarkan.
Ketahuilah,
Malaikat jabaniyyah itu tidaklah ramah.
Api neraka tidak akan basa basi
Jika saja hati kalian masih sakit,
Coba sekali lagi renungkan, bahwasanya air garam hanya terasa sakit di kulit yang terdapat luka.
Air garam hanya akan menyayat kulit yang berpenyakit, air garam tidak akan terasa sakit di kulit yang sehat
Jika hati kalian sakit, maka maafkanlah aku.
Jika hati kalian sakit, maka jujur harus kukatakan bahwa hati kalian sedang berpenyakit
Kalian memang sakit.
Ini hanya mengingatkan,
Tentang sebuah kewajiban seorang hamba terhadap perintah pemilik jagat raya ini..
Kuyakin dari kalian ada yang tersinggung,
Tapi ini lah yang harus kami katakan..
Inilah hukum Allah,
Sungguh, kewajiban itu bukan paksaan.
Tapi pengkondisian, agar dirimu menemui kenikmatan.
Ingatlah wahai saudari saudariku tercinta.
Bahwasannya jika Allah ta'ala menjadikan Islam itu Mudah,
Bukan berarti hal Wajib bisa menjadi Sunnah...
Jika Berjilbab itu wajib,.
Itu adalah sebuah ketetapan yang harus diterima.
Bagi siapa saja yang enggan, dosa tetap ditulis..
Hari demi hari..
Ku yakin tak akan ada hati yang menolak,
Meski kenyataan bibir akan menolak dengan seribu alasan..
"Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata"(Al Ahzab 35)
Tutup auratmu..
Sebelum kain kafan memaksamu untuk menutupinya..
Untuk kalian yang telah berjilbab,
Berbahagialah dengan keteduhannya,
Semoga keistiqamahan menyertaimu saudariku..
"Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar" (Al Ahzab 35)
yang ingin copas, jangan lupa cantumkan sumbernya yaa ^^,
semoga kita bisa mengambil hikmah dari semua kejadian ^^,
Wallahu a'lam
Kurang lebihnya Nisa minta maaf ^^,
yang benar datangnya dari Allah dan yang salah datang dari pribadi Nisa sndiri yang masih dhoif
Subhaanakalloohumma wa bihamdika, asyhadu allaa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.
Wassalamu'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh
Surat Jujur Seorang Ukhti
| Assalammu'alaikum warahmatullah wabarakatuh afwan sebelumnya, akhi... sebenarnya tak seharusnya aku menulis ini, karena memang tak sepantasnya aku mengungkapkan hal ini. akhi, afwan sekali lagi ... sudah sangat lama aku memendamnya terserah antum mau membacanya hingga akhir atau langsung membuang surat ini setelah membaca kalimat terakhir paragraf ini... akhi, afwan jiddan... sejujurnya sulit untuk mengungkapkan apa yang menyiksa ini, tapi harus aku utarakan karena tak dapat lagi aku memendamnya sendiri... sudah sejak lama perasaan itu menghampiriku, akhi... Terhitung sekitar tujuh bulan lalu. Tepat ketika kita berkenalan dalam organisasi yang sama. Kemudian perkenalanpun berlanjut saat kita berada pada satu kepanitiaan sebuah acara. Aku senang karena dapat berpartisipasi dengan baik disana. Tepat usia kita di organisasi itu menginjak satu bulan, aku menemukan yang janggal darimu. Kau mulai menanyakan sesuatu yang sedikit tak begitu penting dalam pesan singkatmu padaku. Dan kau semakin sering mengirimiku pesan-pesan tausyiah. Tak bisa kupungkiri, aku senang akhi, sangat senang. Tapi tetap saja aku merasa janggal dengan sikapmu itu. Bahkan beberapa hari selanjutnya kau menanyakan bagaimana kabarku dan maminta izin untuk sekedar mengobrol sedikit. Parahnya aku meng-iyakan dan memperbolehkan. Aku kira tak akan berlanjut hingga larut. Namun entah apa yang menghambatku, aku tak bisa menghentikan pembicaraan itu. Mungkin syaitan telah menguasai kelemahanku. Astaghfirullah… Kemudian ia kembali berlanjut hingga hari kesekian. Subhanallah, entah apa yang merasukiku. Aku tak tahu perasaan itu. Namun tiap kau mengirim pesan meski itu hanya sebuah pesan tausyiah aku merasa istimewa. Apalagi selanjutnya kau mengajakku mengobrol panjang lebar. Makin berbungalah aku yang kemarin masih sebuah kuncup yang malu-malu. Astaghfirullah, aku malu mengingatnya akhi. Saat kau mulai memuji sesuatu dariku meski hanya pujian biasa yang kau utarakan juga pada saudaramu yang lain. Atau sekedar salam ukhuwah yang biasa kita sampaikan pada rekan seperjuangan. Itu semua telah mengubahku. Mengubah cara pandangku padamu. Padamu yang kini mulai istimewa dimataku. Aku tak bisa mengelak, aku mulai tersihir dan jatuh. Jatuh pada perasaan yang dibalut indah oleh musuh sejati kita, syeitan yang terkutuk itu. Masyaallah…siasat syeitan itu sangat halus bukan, akhi? Aku merasakannya kini. Astaghfirullah… Sekian lama pula aku mengingkari siasat ini. Aku yakin kau terjaga dan takkan melakukan hal bodoh macam apapun. Dan aku yakin kau lebih mengetahui tentang masalah itu. Masalah yang selalu menjadi topik hangat saat kita seusia remaja. Aku sangat yakin kau lebih faham. Kau lebih faham. Berkali-kali aku menyalahkan sikapku yang salah menilaimu pada waktu yang salah. Berkali-kali pula aku menghakimi nurani yang mulai khawatir. Aku meyakinkan nurani, ini hanya sebuah obrolan biasa rekan seorganisasi, jadi memang akulah si empunya salah. Akulah yang terlalu berlebihan memandang sikapmu itu. Namun aku makin terhuyung tak berdaya saat aku membaca salah satu syairmu yang kau tujukan padaku. Jelas-jelas kau menulis namaku disana. Kemudian syair itu sepertinya sengaja kau simpan diatas bukuku agar aku membacanya. Akhi, akhwat mana yang tak akan melayang mengangkasa dan berbunga semerbak saat membaca syairmu? Ia sangat indah. Sangat indah. Tapi aku kembali tersungkur. Seharusnya tidak seperti ini. Tidak! Kau lebih faham akhi. Lebih faham! Kenapa kau seperti itu? Kenapa? Malamnya kau mengungkapkan permintaan maafmu karena telah membuatku begitu bingung dan tak karuan membaca syairmu. Kau bilang hanya mengungkapkan perasaan kagum dan sayang sebagai seorang kakak pada adiknya. Apakah itu dibenarkan? Apakah itu dibolehkan? Apakah kau tak mengerti aku ini akhwat lemah yang sama seperti akhwat lain. Yang begitu mudah tertipu oleh ucapan indah dan mudah berbunga oleh senyuman manis? Apakah dengan status yang kau legalkan atas nama seorang kakak dan adik angkat kau nyaman mengungkapkan segalanya tanpa melihat aku yang kembali terkoyak? Akhi, afwan aku….entah bagaimana aku mengungkapkan ini padamu. Kau ingat saat dalam candamu kau mengatakan ingin meminangku? Kau ingatkah? Aku sangat tersanjung dan senang saat itu. Karena akhirnya kau akan menghalalkan hubungan yang mengganggu batin ini. Namun lagi-lagi itu hanya lelucon dan omong kosong belaka ternyata. Aku kembali hancur. Hancur! Akhi, kau mungkin tak akan melihat linangan air mataku kali ini. Aku menangis tersedu. Bukan karena permainan perasaanmu. Bukan pula cengeng karena merasa terombang-ambing. Namun aku menangis karena aku menyesal. Aku kalah. Aku kalah pada nafsuku yang disisipi siasat itu. Aku kalah akhi. Aku kalah. Aku menangis karena mengyesal telah melakukan perbuatan paling bodoh sedunia. Karena aku membuka pintu bagi siasat itu berada dalam relung. Kemudian menyamar indah bak bintang kejora. Membawaku mengelana di semesta raya yang kemilau. Kemudian memberiku zamrud yang indah. Namun tanpa sadar aku sebenarnya berada pada jurang hina. Bermain dengan cacing-cacing tanah dan membuat lubang hitam dengan batu pekat yang berbau tajam. Aku menangis karena aku menyadari dirikulah yang membuatmu terjatuh dalam. Akulah sumber salahmu yang membuatmu melepaskan hijab dan izzah yang selama ini kau pegang erat. Akulah yang menjadi noda di beningnya hatimu. Akulah yang membiarkanmu jua tenggelam dalam siasat menyesatkan ini. Maka maafkan aku yang khilaf ini akhi. Maafkan aku yang berlumur dosa ini. Maafkan aku yang menggunung salah. Maka saat ini aku tegaskan, jangan pernah lagi menanyakan apapun padaku. Jangan lagi mengirimiku pesan apapun. Dan jangan mencari keberadaanku dimanapun tempat yang akan kau jadikan tempat pencarianku. Aku ingin menjauh dan menenangkan diri. Kembali pada Illahi mungkin belum terlambat. Akhi, jika kau tak bisa mamahami pintaku ini, maka MINTALAH AKU PADA ORANGTUAKU DAN HALALKAN AKU BAGIMU !! Saat ini, mari bermuhasabah. Aku disini dengan hatiku, dan engkau disana dengan hatimu. Aku yakin Allah Maha Pengampun dan Penyayang. Maka aku takkan menyianyiakan teguran sayangnya ini. Agar aku dapat dicemburui bidadari bermata jeli di syurga sana. Mari manetap kedepan dan terus berkarya. Mari lupakan kesalahan dan khilaf dimasa lalu. Aku disini dengan mimpiku. Dan kau disana dengan mimpimu. Afwan jangan mencariku dan menghubungiku lagi. Kutegaskan, JANGAN MENCARIKU DAN MENGHUBUNGIKU. Semoga kau mengerti. Terimakasih karena telah membaca hingga akhir suratku ini. Maafkan aku yang lemah dan tanpa daya. Syukran jazakallah. Semoga Allah menjaga kita dari godaan Syaitan yang terkutuk. Assalammu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh | ||
Selasa, 07 Februari 2012
Pesan-pesanku Jika Aku Mati
Bismillahir rahmanir rahiem,
Keluargaku yang kusayangi,
Aku tidak tahu kapan Sang Pemilik jiwaku ini memanggilku.
Namun demikian rasa khawatirku untuk tidak meninggalkan kesusahan dan keburukan
sepeninggalku, telah mendorongku untuk berwasiat kepadamu sekalian.
Hendaklah kamu sekalian tidak bersedih hati dengan apa saja yang luput darimu dan tidak pula
meratapi apa2 yang telah ditakdirkan Allah (swt) agar menjadi bagian dari kisah kehidupan di dunia
ini. Kematianku tidaklah berbeda dengan kematian manusia lainnya. Yang demikian adalah karena
setiap yang bernyawa pasti akan mati. [1]
Istri Sholihah
Istri yang shalehah adalah yang mampu menghadirkan kebahagiaan di depan mata suaminya, walau
hanya sekadar dengan pandangan mata kepadanya. Seorang istri diharapkan bisa menggali apa saja
yang bisa menyempurnakan penampilannya, memperindah keadaannya di depan suami tercinta.
Dengan demikian, suami akan merasa tenteram bila ada bersamanya.
Mendapatkan istri shalehah adalah idaman setiap lelaki. Karena memiliki istri yang shalehah lebih
baik dari dunia beserta isinya. ''Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri
shalehah.'' (HR Muslim dan Ibnu Majah).
Di antara ciri istri shalehah adalah, pertama, melegakan hati suami bila dilihat. Rasulullah bersabda,
''Bagi seorang mukmin laki-laki, sesudah takwa kepada Allah SWT, maka tidak ada sesuatu yang
paling berguna bagi dirinya, selain istri yang shalehah. Yaitu, taat bila diperintah, melegakan bila
dilihat, ridha bila diberi yang sedikit, dan menjaga kehormatan diri dan suaminya, ketika suaminya
pergi.'' (HR Ibnu Majah).
Kedua, amanah. Rasulullah bersabda, ''Ada tiga macam keberuntungan (bagi seorang lelaki), yaitu:
pertama, mempunyai istri yang shalehah, kalau kamu lihat melegakan dan kalau kamu tinggal pergi
ia amanah serta menjaga kehormatan dirinya dan hartamu ...'' (HR Hakim).
Ketiga, istri shalehah mampu memberikan suasana teduh dan ketenangan berpikir dan berperasaan
bagi suaminya. Allah SWT berfirman, ''Di antara tanda kekuasaan-Nya, yaitu Dia menciptakan
pasangan untuk diri kamu dari jenis kamu sendiri, agar kamu dapat memperoleh ketenangan
bersamanya. Sungguh di dalam hati yang demikian itu merupakan tanda-tanda (kekuasaan) Allah
bagi kaum yang berpikir.''(QS Ar Rum [30]: 21).
Beruntunglah bagi setiap lelaki yang memiliki istri shalehah, sebab ia bisa membantu memelihara
akidah dan ibadah suaminya. Rasulullah bersabda, ''Barangsiapa diberi istri yang shalehah,
sesungguhnya ia telah diberi pertolongan (untuk) meraih separuh agamanya. Kemudian hendaklah
ia bertakwa kepada Allah dalam memelihara separuh lainnya.'' (HR Thabrani dan Hakim).
Namun, istri shalehah hadir untuk mendampingi suami yang juga shaleh. Kita, para suami, tidak
bisa menuntut istri menjadi 'yang terbaik', sementara kita sendiri berlaku tidak baik. Mari
memperbaiki diri untuk menjadi imam ideal bagi keluarga kita masing-masing.
Langganan:
Postingan (Atom)